Saturday, 6 September 2014

Keistimewaan Sabar

             Ujian terbagi menjadi dua, ada ujian dalam bentuk kesenagan dan ada ujian dalam bentuk kesulitan, dan manusi lebih bnayak memilih ujian dengan kebahagian, padahal jika ummat manusi mau mentafakurinya, ujian terberat adalah ujian kesenengan, karena ujian tersebet membuat kita jauh dari Allah, sedangkan jika ummat manusi di uji dengan kesulitan secara langsung ummat manusi tersebut akan mengeluh pada Allah, dan berarti manusi tersebut mengakui keberdaan allah, dan lebih sering memanggil allah, sedang Allah sangat suka dengan hambanya yang selalu mengingatnya.
Acapkali ummat manusia tidak sadar dan enggan mengambil hikmah dari ujian!, lebih banyak mengeluh, itulah yang dominan ada pada manusia,  padahal jika manusia senantiasa bersabar dan bersyukur Allah subhanahu wata’ala telah janjikan kebahagian berturut-turut untuk hamba-Nya yang senatiasa bersabar dan bersyukur, seperti yang tertera dalam QS. Al-Insyirah ayat 5 dan 6 yang bisa diambil kesimpulannya “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada 2 kemudahan”, dan ayat itu sangatlah jelas, sehingga Allah mengulang ayat tersebut sampai 2 kali.
 Ayat lain yang menjelaskan tentang Sabar adalah “Wahai sekalian orang-orang yang beriman sabarlah kamu sekalian dan teguhkanlah kesabaranmu itu.” (QS. Ali Imran:200)
“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:155)
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az Zumar:10)
“Sungguh berbahagialah orang yang sabar dan mau memaafkan, karena perbuatan semacam itu termasuk perbuatan-perbuatan yang sangat utama.” (QS. As Syura:43)
Sabar telah dicontohkan oleh rasulullah shallahu alaihi wasallam, begitupun sifat Shobuur adalah sifat terbaik tuhan kita semua yakni Allah subhanahu wata’ala, mengapa ummat manusia galau dalam menghadapi ujian yang allah berikan?, bukankah ujian kesulitan itu bukti kerinduan allah pada hambanya!, bukankah jelas bahwa allah lebih tau keperluan hamba-Nya, dan jelaslah pula bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya melebihi kemampuan hamba-Nya!, dan allah berfirman “Sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu sekalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjuang dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian.” (QS. Muhammad:31).
Adapun cara mebentuk kesabaran itu dengan Shalat, sebagaimana yang telah di firmankan oleh Allah subhanahuwata’ala “Mohon pertolonganlah kamu sekalian dengan sabar dan mengerjakan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:153)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa sholat dapat membawa kita pada sifat sabar, serta Allah subhaanahu wata’ala akan selalu bersama orang-orang yang sabar.
 Seyogyanya manusia hanya bisa pasrah serta bertwakal pada Allah, karena manusia hanya bisa berencana, sedang yang lebih bekehendak  hanyalah Allah, belum tentu semua yang di inginkan dan direncanakan ummat manusia lebih baik daripada rencana Allah, maka hendaklah kita bersabar, karena sabar akan mebuahkan hasil yang sangat baik.
Wallahua’lam bisshoaf

No comments:

Post a Comment