Ujian terbagi menjadi dua, ada ujian dalam
bentuk kesenagan dan ada ujian dalam bentuk kesulitan, dan manusi lebih bnayak
memilih ujian dengan kebahagian, padahal jika ummat manusi mau mentafakurinya,
ujian terberat adalah ujian kesenengan, karena ujian tersebet membuat kita jauh
dari Allah, sedangkan jika ummat manusi di uji dengan kesulitan secara langsung
ummat manusi tersebut akan mengeluh pada Allah, dan berarti manusi tersebut
mengakui keberdaan allah, dan lebih sering memanggil allah, sedang Allah sangat
suka dengan hambanya yang selalu mengingatnya.
Acapkali ummat manusia tidak sadar dan enggan mengambil
hikmah dari ujian!, lebih banyak mengeluh, itulah yang dominan ada pada
manusia, padahal jika manusia senantiasa
bersabar dan bersyukur Allah subhanahu wata’ala telah janjikan kebahagian
berturut-turut untuk hamba-Nya yang senatiasa bersabar dan bersyukur, seperti
yang tertera dalam QS. Al-Insyirah ayat 5 dan 6 yang bisa diambil kesimpulannya
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada 2 kemudahan”, dan ayat itu
sangatlah jelas, sehingga Allah mengulang ayat tersebut sampai 2 kali.
Ayat lain yang
menjelaskan tentang Sabar adalah “Wahai
sekalian orang-orang yang beriman sabarlah kamu sekalian dan teguhkanlah
kesabaranmu itu.” (QS. Ali Imran:200)
“Sungguh akan Kami berikan cobaan
kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al Baqarah:155)
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang
bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az Zumar:10)
“Sungguh berbahagialah orang yang
sabar dan mau memaafkan, karena perbuatan semacam itu termasuk
perbuatan-perbuatan yang sangat utama.” (QS. As Syura:43)
Sabar telah dicontohkan oleh
rasulullah shallahu alaihi wasallam, begitupun sifat Shobuur adalah sifat terbaik tuhan kita semua yakni Allah subhanahu
wata’ala, mengapa ummat manusia galau dalam menghadapi ujian yang allah
berikan?, bukankah ujian kesulitan itu bukti kerinduan allah pada hambanya!,
bukankah jelas bahwa allah lebih tau keperluan hamba-Nya, dan jelaslah pula
bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya melebihi kemampuan hamba-Nya!, dan
allah berfirman “Sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu sekalian agar Kami
mengetahui orang-orang yang berjuang dan orang-orang yang sabar di antara kamu
sekalian.” (QS. Muhammad:31).
Adapun cara mebentuk kesabaran itu dengan Shalat, sebagaimana
yang telah di firmankan oleh Allah subhanahuwata’ala “Mohon pertolonganlah kamu
sekalian dengan sabar dan mengerjakan shalat. Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah:153)
Ayat
tersebut menjelaskan bahwa sholat dapat membawa kita pada sifat sabar, serta
Allah subhaanahu wata’ala akan selalu bersama orang-orang yang sabar.
Seyogyanya manusia hanya bisa pasrah serta
bertwakal pada Allah, karena manusia hanya bisa berencana, sedang yang lebih
bekehendak hanyalah Allah, belum tentu
semua yang di inginkan dan direncanakan ummat manusia lebih baik daripada
rencana Allah, maka hendaklah kita bersabar, karena sabar akan mebuahkan hasil
yang sangat baik.
Wallahua’lam bisshoaf
No comments:
Post a Comment